Minggu, 26 Juni 2016

Take a deepbreath

Bangun pagi hari ini terasa beda. Entah hanya perasaanku saja atau bagaimana, tapi yang jelas ada sesuatu atau banyak hal yang berubah.
Saat aku sadar, papa ada dirumah saat aku bangun tidur. Padahal biasanya beliau sudah berangkat kerja bersama mama. Ya, aku sudah harus sadar bahwa papa telah pensiun dari kerjanya😌
Meski tidak lama tapi terasa sekali saat aku tahu bahwa adik sepupuku pagi ini kembali pulang kerumahnya, tetapi aku tidak bisa mengantarnya ke stasiun karena dia pergi pagi sekali saat aku masih tidur. Ya, tidak ada teman yang mengajakku bermain kartu remi lagi😞

Apa artinya ini semua? Pagiku hari ini terasa sendu sekali. Ada banyak perasaan yang sepertinya terhilang dan membuatku menjadi tidak semangat untuk hari ini. Ditambah dengan tugas kuliah yang belum selesai tuntas. Oh rasanya aku ingin pergi ke suatu tempat yang bisa mengganti udara di paru-paruku ini, udara segar yang bisa mengganti semangatku.

Paru-paruku ini rasanya sudah seperti hutan terbakar, udara didalamnya abu-abu dan beracun. Seperti rasa ingin mati, tapi masih belum bisa melepaskan semua yang ada disini.

Entah apa yang kurasakan pagi ini, ion-ion semangat rasanya berkurang. I need more power, more spirit. Anyone can help me?

-Pit-
27-6-16. 08:44

Kamis, 09 Juni 2016

Untukmu orang yang sama

Perasaan ini semakin kacau. Aku tak tahu lagi dimana kau berada, yang jelas aku selalu mendoakanmu dari sini. Ya, dari dalam hatiku yang paling dalam.

Mengingatmu setiap hari membuatku semakin parau, pikiranku tidak bisa terbuka untuk yang lain. Nyaris aku tak berdaya karena perasaan ini. Bagaimana mungkin aku bisa terikat oleh perasaan yang hampir membunuh diriku sendiri?


Hari terus berjalan. Tetapi rasa rindu tidak pernah berubah sedikitpun. Banyak orang berkata ini saatnya untuk berubah. Ya, aku tau itu. Aku harus berubah dan harus bisa berubah!


Berubah itu bagus, tapi sulit~

Menangisimu dalam doa hanya membuatku semakin lemah. Mungkin aku masih mendapat kekuatan untuk bisa bertahan hidup secara fisik, tapi tidak dengan hatiku.


Hati ini selalu dan semakin rindu kepadamu. Kepada kamu yang setahun ini telah pergi tanpa kabar yang jelas. Ku katakan sekali lagi "aku-merindukan-kamu"


Untukmu yang jauh disana.

Ini adalah surat kesekian kalinya untukmu, surat untuk orang yang sama. Ternyata surat sebelumnya belum tiba, buktinya saja tidak ada balasan surat darimu.


Untukmu yang jaraknya berkilo-kilo meter dari sini.

Aku sudah kehabisan kata-kata untuk menyampaikan pesan padamu. Apalagi yang harus ku katakan? Isi surat ini tetaplah sama, tidak ada yang berubah dari sebelumnya.


Untukmu yang selalu ada dalam doaku.

Apakah aku terlalu berlebihan jika selalu menyebut namamu dalam doaku? Entah apa yang dipikirkan Tuhan mengenai doaku yang setiap harinya tidak pernah lupa untuk menyebut namamu. Tapi ini adalah satu-satunya caraku untuk bisa 'menaklukan Tuhan' supaya mau segera menjawab doaku selama ini tentang kamu.


Untukmu sekarang dan nanti.

Aku tidak tahu persis bagaimana sosok aslimu. Yang jelas, kau terlihat seperti seseorang yang nyata dalam hidupku. Jika saat ini kau menghilang, jagalah dirimu disana baik-baik. Tenang saja, aku tidak akan berhenti berdoa untukmu. Lalu, jika banyak orang bertanya sampai kapan aku akan mendoakanmu, jawabku hanyalah sampai nanti saat aku dan kamu benar-benar berdiri dihadapan mereka.


Aku tidak peduli opini orang mengenai kegilaanku ini. Terserah orang mau menilai pribadiku seperti apa, karena mereka hanya bisa berkomentar tanpa tahu apa yang benar-benar dirasakan oleh seseorang sepertiku ini.


Jika suatu saat kau membaca surat ini, atau kau menemukannya ditempat yang tidak terduga, ku harap kau segera dan secepat mungkin untuk membalasnya sehingga kau bisa meyakinkanku bahwa kau ada untukku.


Tetapi jika pada akhirnya surat ini tidak terbaca olehmu hingga usang, maka aku tahu bahwa ada tempat lain yang telah kau diami untuk menungguku. Tempat dimana hanya kau yang bisa melihatku, tetapi aku tidak. Tempat dimana kau bisa membaca surat ini tapi kau tidak bisa membalasnya.


Tidak ada yang mustahil selama kita masih percaya bahwa akan ada pelangi setelah hujan, salah satu dari kita tetap akan ada yang bertahan untuk menunggu. Entah sampai kapan aku tidak tahu, karena aku percaya jika Tuhan telah saling mengenalkan kita maka Dia tidak akan hanya sekedar mengenalkan, tetapi akan ada rencanaNya mengenai kita berdua yang aku sendiri tidak tahu kapan rencana itu akan terjadi.

Terimakasih karena kau sudah mau hadir dalam duniaku.


Dan terimakasih karena kau sudah mau mengenalku lebih dari kata 'cukup'

I miss you deeply from 1yrs ago~


Loren.

June 10 '16

00:16

Senin, 11 April 2016

Ini Rinduku, Vin!

3 hari yang lalu aku mengirim pesan kepadamu melalui akun sosial media yang satu-satunya aku punya melalui kamu. Yes, I sent you via direct message on twitter. Aku tidak tahu kau akan membalasnya atau tidak, mungkin dengan kau membacanya saja aku sudah senang. Aku hanya menyapamu saja, tidak lebih. Karena sejujurnya aku hanya ingin mengetahui kabarmu sekarang. Kau sudah tidak menghubungiku semenjak setahun yang lalu. I really miss you!

Setidaknya aku sedikit berani untuk mulai memberimi kode bahwa aku benar-benar merindukanmu. Meskipun aku tidak tahu apa yang akan ku peroleh setelah ini. Apakah kau akan membaca dan membalasnya, atau kau benar-benar menghilang. Apa salahnya aku mencoba menghubungimu? Ini lebih baik daripada aku menyimpan rasa ini sendiri, aku sudah tidak kuat lagi. Aku rindu, dan aku mencoba beraksi supaya kau tahu jika aku merindukanmu. Setidaknya aku pernah mencoba melakukan yang terbaik, daripada nantinya aku menyesal karena terlalu gengsi untuk menghubungimu terlebih dahulu. Karena aku tahu, jika kau tak akan mungkin untuk menghubungiku terlebih dahulu.

Aku tidak tahu kapan kau akan membalas pesanku itu. Sungguh, kau benar-benar menghilang sejak setahun lalu. Ku pikir jika kau masih ada mungkin kau hanya tidak ingin memperbaharui status twittermu saja, tetapi selama inikah kau tidak memberi kabar sedikitpun? Aku hanya ingin tahu kau berada dimana sekarang? Karena aku masih belum terbiasa untuk tidak mengetahui kabar tentangmu.

Oh maafkan, aku terlalu berlebihan. Ada banyak hal yang ingin kuceritakan padamu, aku bingung harus menceritakan ini semua kepada siapa. Karena aku tahu, kau orang yang nyaman untuk bisa dijadikan tempat curhat. Seharusnya kau tahu, aku masih menunggumu, di tempat yang sama.

Entahlah ini rasa rindu atau apa, aku tidak tahu apa sebutan bagi orang yang sedang merasakan sesuatu seperti ingin bertemu atau hanya sekedar mengetahui kabar orang lain. Inikah rinduku? Aku sudah sering mengatakan hal ini, sekali lagi kuperjelas "Aku merindukanmu!". Orang yang jelas-jelas tidak pernah kutl temui sebelumnya, dan hanya mengetahui melalui sosial media yang kata orang dunia penuh dengan kebohongan.

Terimakasih pernah hadir dalam hidupku. Aku memang tidak sempat mengenalmu secara langsung, karena secara tidak langsung pun aku sudah merasa bahagia. Dimanapun kau berada saat ini, ingatlah ada seseorang yang selalu menunggumu untuk memberi kabar. Cepatlah kembali, supaya saat kau kembali aku masih ada untuk bisa menemuimu~

Loren, 12 April 2016.

Rabu, 23 Maret 2016

Fatamorgana

Tired with all your words
Tired with all your attitude
You just say not action
You just dream not wake up

All you can say
But not all you can do
All you can do
But not all can be real

You're outside
I'm inside
You promise
I remember

You're gone
I'm stay
You're comeback
I'm wellcome

Can I do something new?
Forgetting you, maybe?
Or dissappear for a while
Until we meet in another life.

We never be a love story
Until you getting me, but I can't
We're create from different world
And never be one like sun and moon.

Wen,
March 24 2016

Senin, 21 Maret 2016

Keep being Heart

Aku sedang menatanya kembali. Sesuatu yang berantakan akibat ulah seseorang yang tak bertanggung jawab. Berani datang tanpa ijin, memasuki ruang itu dan membuat isinya berantakan. Lalu pergi meninggalkan begitu saja dengan jejak kakinya yang masih membekas. Seperti anak kecil saja dia itu~

Kau tau, aku sudah benar-benar menjaga tempat itu supaya jika ada orang yang tepat tiba-tiba datang dia akan merasa nyaman dan tak ingin pulang.
Aku benar-benar telah merapikannya sedemikian mungkin supaya ketika aku bertemu dengan seseorang dia bisa masuk tanpa mau keluar lagi karena nyaman.
Aku telah menjaga tempat itu dengan tidak mengotorinya dengan masalah-masalahku. Sehingga saat ada Pangeran datang, tempat itu bisa seperti istana baginya.

Tapi apa yang dia lakukan? Dia berani sekali merusak tempatku!

Ya, beberapa orang menyebutnya "Hati"

Kau tau apa maksud ceritaku tadi?
Jika masih belum paham, aku akan menjelaskannya padamu. Ikuti saja dongeng ini, jika kau sudah mulai mengantuk pergilah tidur. Supaya cerita ini tidak ada dalam mimpimu.

Waktu itu dia datang. Dia mengetuk pintu, ya pintu hatiku maksudnya. Dan mengucapkan sejuta salam manis padaku, yang membuatku ingin membukakan pintu baginya. Aku hanya membuka sedikit celah baginya, karena kurasa dia hanya sekedar menyapaku tanpa ada keinginan untuk masuk kedalam.

Kami mengobrol di depan pintu (re:aku masih bisa menutup pintu hatiku) tanpa mempersilahkan dia masuk. Semakin lama obrolan kami semakin seru, hingga tanpa sadar aku mulai mengijinkan dia masuk ke dalam. Ya, sepertinya aku mulai tertarik padanya. Kurasa dia membawa obat wewangian untuk bisa menarik perhatianku sehingga aku mabuk dibuatnya. Dan benar saja, dia berhasil masuk karena aku sendiri mempersilahkan dia masuk. Jujur ku akui, aku menyukainya.

Seketika aku sadar, kalau dia tidak bisa bersamaku. Tujuan dia adalag bukan pintuku. Ya, bukan hatiku. Dia dan aku berbeda, kami tak bisa bersama karena perbedaan ini. Kau tau apa maksudku? Kami berbeda tujuan(re:beda agama). Semua orang diluar meneriakiku supaya dia bisa keluar dari tempatku, tapi seakan aku seperti mengabaikan mereka, aku tetap saja ada bersama dengan dia didalam, hatiku.

Apa yang dia lakukan didalam sana? Ya,didalam hatiku maksudnya. Dia seperti membawaku keluar dari tempat itu, turun melalui lambung dan membuatku seperti terbang dan mengalir seperti derasnya darah manusia yang mengalir. Aku sungguh bahagia~
Waktu yang singkat untuk bisa membawaku mengelilingi organ-organ tubuhku sendiri.

Hingga pada akhirnya, aku yakin ini tak akan bisa bertahan lama. Lambat laun, kami juga akan berpisah. Dan dia akan pergi. Benar saja, saat aku sudah benar-benar nyaman dan bahkan tidak memperdulikan omongan orang diluar sana, disaat itulah aku seperti benar-benar terkena tamparan orang banyak. Dengan cepatnya dia keluar dan sejurus kemudia dia menghilang. Aku sendiri pun tak tau jika dia benar-benar pergi dan mungkin tak akan kembali. Karena ku rasa, dia tidak keluar melalui pintu yang sama dan tidak mengucapkan salam perpisahan.

Aku mencarinya ke sekeliling tempat hatiku dan organ-organ sekitarnya. Dia tidak ada. Aku sendiri. Aku merindunya. Tapi dia tidak datang.

Aku berdiri didepan pintu itu lagi, mencoba melihat siapa tau dia datang kembali. Tetapi tidak, aku duduk sendiri. Kesepian. Dan dihantam ombak darah yang terus mengalir membawaku entah kemana. Aku hampir gila dibuatnya. Sungguh, aku merasa ini bukan diriku sendiri. Tapi ini hatiku masih sama bentuknya, hanya isinya yang telah porak poranda. Aku tersesat. Untunglah aku masih bertemu sahabatku yang mau membawaku pulang kembali.

Aku terkejut, aku hampir tidak mengenali tempat itu. Ya, hatiku sendiri. Aku tidak tau jika tempat yang selama ini ku jaga dengan baik, pada akhirnya harus hancur luluh lantah karena perbuatan seseorang yang jahat dan tak berperi kemanusiaan.

Tapi aku harus membuat tempat ini kembali cantik seperti semula. Aku mulai membenahi diri. Ku kosongkan pikiranku untuk tidak mengingatnya kembali. Ku rasa, aku sedikit berhasil. Pelan-pelan kucoba merapikan beberapa benda yang berserakan dan membuangnya ke tempat pembuangan abadi. Ya, benda itu adalah kenangan. Aku membuangnya karena setiap kali aku melihatnya(re:mengingatnya) aku merasa sesak.

Dengan sisa tenaga yang ada, aku menata kembali tempat itu. Aku menata hatiku. Merapikannya dan membersihkannya sebaik mungkin. Sebenarnya aku tidak sanggup melakukan ini sendiri, kekuatanku telah habis dan aku nyaris tak berdaya. Tapi ini tempatku, ada hati yang harus ku jaga agar tak berantakan seperti yang lalu. Aku harus bisa, dan aku pasti bisa mengembalikannya seperti semula.

Memang tidak mudah dan tidak bisa secepat yang diharapkan. Karena badai masih akan datang dan menjatuhkan beberapa barang yang sudah ku tata secara rapi. Ya, kadang dia datang lagi. Tapi aku tau, aku tidak sebodoh yang lalu. Aku hanya menjawabnya dari balik pintu tanpa mau membukakannya lagi baginya.
Sesekali dia datang dan menyapa, tapi aku biasa saja. Karena aku tau dia masih sama jahatnya seperti dulu.

Merapikan tempat ini memang tidak mudah. Tapi jika aku benar-benar ingin tempat ini kembali, maka aku harus bisa!

Perlahan-lahan aku mulai membersihkan kembali, menata dan merapikannya kembali. Bahkan jika mungkin, akan ku beri wewangian untuk tempatku sendiri. Aku sudah berbenah. Setidaknya, tempat ini sudah mulai terlihat sama seperti yang dulu. Atau bahkan lebih bagus dan lebih terlihat menarik daripada yang lalu. Ya, hatiku kembali pulih. Aku berhasil menatanya kembali dan membuatnya lebih indah untuk kusiapkan pada orang yang tepat.

Aku berhasil.
Sekarang tempat, atau lebih baik langsung ku sebut saja sebagai Hati. Hati ini akan ku jaga lebih baik dan lebih waspada dari sebelumnya. Jika dulu aku bisa tertipu dengan serigala yang menyamar sebagai pangeran, maka aku akan lebih pintar untuk membedakan mana hujan deras dan mana angin yang hanya bertiup kencang tapi hanya lewat tanpa membawa hujan.

Aku tersenyum bangga. Karena aku bisa melewati badai yang menhancurkan hatiku, tapi aku bisa membangunnya kembali.

Yakinlah, kau pasti juga pernah mengalami hal yang sama. Tapi, jika kau bisa melewati itu semua dan bangkit kembali, maka kau akan menjadi pemenangnya!
Aku percaya, jika orang baik akan bertemu dan berjodoh pada orang yang baik pula. Lain hal dengan orang jahat, dia akan mendapat apa yang sudah dia kerjakan pada orang lain.

Wen.
Sidoarjo, 22 Maret 2016
09:56

Jumat, 19 Februari 2016

Siapkah kau tuk jatuh cinta lagi?

Jatuh cinta itu memang bikin orang senyum-senyum sendiri.


Tapi resikonya harus terima jika nantinya bakalan sakit hati.


Lalu, kenapa dia datang kalau hanya untuk menyakiti?


Akupun tak tau apa tujuannya datang dan membuatku merasakan cinta lagi, tetapi kemudian meninggalkanku tanpa kata.

Dari semua janji-janjinya yang katanya mau serius, hanya jadi omong kosong.


Karena kenyataannya, belum berjuang saja sudah sering menghilang.


Sehari datang, kemudian menghilang seminggu. Kemudian datang lagi bikin orang bahagia, terus pergi lagi dengan jangka waktu yang lama~

Oh ayolah!


Ini bukan saatnya untuk bermain-main lagi dengan cinta.


Kita sudah cukup dewasa, dan mengerti apa arti cinta sesungguhnya.


Jika tidak mau lelah berjuang demi cinta, jangan pernah datang dengan sejuta janji-janji manis yang kemudian hanya menjadi omong kosong belaka!

Akupun sudah lelah dengan ini.


Tapi, aku bisa apa?


Aku mengakui, aku memang menyukaimu.


Kau begitu manis dan sangat perhatian.


Tanpa ku sadari jika semua perhatianmu itu hanya berlaku satu hari.


Hari berikutnya, itu semua tidak berlaku.


Bahkan sepertinya kita tidal saling mengenal.

Lucu~

Jika belum siap berkomitmen dengan keseriusan, maka jangan pernah janji dengan seenaknya lalu menghilang begitu saja.


Bukan saatnya mempermainkan cinta lagi.


Karma dari cinta itu memang selalu ada, jadi jika tidak ingin terluka dan terjatuh jangan mempermainkan cinta!

Aku sebal kepadamu!


Tidakkah kau tau, aku merindukanmu saat ini!


Ya, benar-benar merindukanmu.


Kau kemana?


Kenapa tidak memberiku kabar seharian ini?


Lagi-lagi kau menghilang. Lalu dengan seenakmu datang kemudian minta maaf yang membuatku tidak tega dan harus memaafkanmu. Tapi kemudian kau mengulanginya lagi!

Ouch! Kau sungguh jahat boy!!

Atau aku yang terlalu bodoh?

Mungkin memang benar, jika lebih baik lelah menunggu seseorang tetapi tepat dan untuk selamanya.


Daripada terburu-buru ingin merasakan cinta tapi dengan orang yang salah, yang jelas tidak akan berlangsung lama~



Laurensia.


Jum'at 19 Feb 2016


23:20

Rabu, 06 Januari 2016

Sabar, Ikhlas, dan Bersyukur!

Bukan anak hits yang biasa pergi-pergi ke tempat keren.
Bukan anak gaul yang sering foto sama temen-temennya pake kamera mahal.
Bukan anak update yang bisa ganti-ganti gadget setiap waktu.
Bukan anak orang kaya yang biasa makan di cafe terbaru terus ngeshare foto di socmed.
Bukan anak kampus yang kalo berangkat naik mobil terus selfi sama temen disebelah yang nyetir tapi sok candid pegang setir.
Bukan anak yang bisa punya pacar ganti-ganti terus pamer di instagram foto gandengan tangan atau dikecup keningnya.
Bukan anak artis yang liburannya bisa keluar negeri.
Bukan anak famous yang likers atau followers socmednya banyak.
Bukan anak lemah yang kalo lagi nangis atau mata sembab di foto terus upload di socmed.
Bukan anak baperan yang caption fotonya di socmednya tentang si doi.
Bukan selebgram yang isi instagramnya endorse-an semua.
Bukan anak sekolah yang kalo pulang sekolah bisa main ke mall.
Bukan anak kuliahan yang bisa hang out kemana-mana tanpa mikirin gimana bayar spp bulan depan.

Bukan itu semua.
Tapi mereka semua juga tidak salah.
Itu nasib mereka.

Aku....
Hanya remaja biasa.
Yang beruntung bisa kuliah di perguruan tinggi swasta hasil dari kerja keras setiap bulan.
Beruntung masih bisa bekerja dan mendapat penghasilan, meskipun tak jarang selalu kurang untuk mencukupi kebutuhan.
Beruntung masih punya gadget, meskipun ngga secanggih yang terbaru.
Beruntung masih bisa tau socmed, meskipun likers atau followers cuma sedikit.
Beruntung masih bisa pakai baju hasil beli dai uang sendiri, meskipun ngga sebagus mereka yang dapet gratis.
Beruntung masih bisa liburan, meskipun hanya dan selalu kerumah nenek.
Beruntung masih bisa upload foto, meskipun fotonya ngga dari kamera mahal
Beruntung masih single, karena aku masih belum dewasa untuk dicium.
Beruntung masih bisa ngerasain makanan enak, meskipun hanya diberi secuil saja.
Beruntung jadi anak yang strong, saat sedih tau kemana harus mengadu. Meskipun pada akhirnya semua orang tetap tidak peduli.
Beruntung masih bisa berangkat kuliah, meskipun naik motor bekas.
Beruntung punya sahabat yang apa adanya dan tidak menuntut untuk jadi anak gaul jaman sekarang, meskipun dibilang ketinggalan jaman.

Hanya remaja biasa yang berharap bisa kuliah hingga selesai dan lulus tepat waktu.
Yang berharap bisa dapat pekerjaan sesuai dengan cita-cita.
Yang berharap bisa dapat cinta sekali yang untuk selamanya.
Yang berharap masih bisa selalu bareng sahabat sampai kapanpun.
Yang berharap bisa jadi orang berguna bagi semua orang.
Yang berharap bisa jadi cewek kuat meskipun banyak masalah yang di hadapi.

Aku tak peduli jika mereka berkata aku ketinggalan jaman karena tidak pernah pergi ke cafe-cafe terbaru.
Ya, karena aku tidak punya cukup uang untuk makan disana.
Aku tak peduli jika mereka pamer dengan foto mereka di tempat paling terkenal dan kualitas foto bagus.
Ya, karena aku hanya bisa main ke sawah dan foto menggunakan kamera seluler.
Aku tak peduli jika mereka terus mengejek karena aku jomblo.
Ya, karena aku tak mau dicium sebelum aku menikah ataupun dibuat sakit hati hanya gara-gara seorang lelaki.
Aku tak peduli jika mereka pamer baju terbaru mereka.
Ya, karena aku tak mau menghabiskan uang untuk membeli baju yang masih aku punya.
Aku tak peduli mereka marah karena aku tak mau diajak untuk pergi ke mall atau tempat hiburan yang lain.
Ya, karena aku tau bagaimana susahnya mencari uang.
Aku tak peduli jika mereka bisa menghabiskan malam minggu mereka ditempat-tempat ramai.
Ya, karena setiap malam minggu aku hanya berada di gereja.
Aku tak peduli dengan gadget terbaru mereka.
Ya, karena spp kuliahku lebih penting dari gadget terbaru.
Aku tak peduli jika mereka mempunyai banyak teman-teman gaul dimana-mana.
Ya, karena sahabatku selalu ada untukku daripada teman banyak yang selalu menghilang saat butuh.

Dari itu semua, aku hanya memikirkan bagaimana orang tuaku bisa bangga memiliki anak seperti aku. Setidaknya saat berkumpul dengan orang tua yang lain, orang tuaku ada cerita tentang anaknya sendiri.
Aku masih belum menjadi anak yang sempurna bagi orang tuaku. Setidaknya aku mau berusaha untuk tidak merepotkan mereka dengan tidak meminta uang lagi kepada mereka.
Banyak meluangkan waktu dirumah bersama mereka di usia tuanya. Karena aku tidak tau sampai kapan mereka ada menemaniku.

Dari itu semua, tidak ada yang salah jika itu semua terjadi. Karena semua sudah diatur.
Mungkin aku tidak berada diatas, karena aku harus belajar bagaimana caranya naik.
Mereka tidak salah.
Tapi aku juga tidak salah, jika kadang aku ingin seperti mereka (re:orang beruntung diatas).
Aku tidak tau rencana Tuhan. Mungkin membingungkan, dan bisa saja aku memprotes Tuhan. Atau pergi meninggalkan Tuhan karena kehidupanku tidak seenak mereka. Yang ku tahu, banyak orang berkata bila rencana Tuhan itu indah. Jika pada akhirnya skenario Tuhan adalah happy ending, mengapa aku harus takut? Mengapa aku harus iri? Mengapa aku harus marah? Toh, semua ada waktunya sendiri-sendiri. Dan mungkin sekarang belum waktunya.
Hanya perlu bersyukur dan tetap sabar ikhlas menanti waktu yang terbaik. Karena aku tak sepenuhnya sendiri, masih ada banyak orang menyayangi dan mendukungku.

Tetap tersenyum, Sabar, Ikhlas, dan Bersyukur! ☺😊

Laurensia
Kamis, 7 Jan 2015
13:16
Ruang kerja You R Image Interior.