Senin, 11 April 2016

Ini Rinduku, Vin!

3 hari yang lalu aku mengirim pesan kepadamu melalui akun sosial media yang satu-satunya aku punya melalui kamu. Yes, I sent you via direct message on twitter. Aku tidak tahu kau akan membalasnya atau tidak, mungkin dengan kau membacanya saja aku sudah senang. Aku hanya menyapamu saja, tidak lebih. Karena sejujurnya aku hanya ingin mengetahui kabarmu sekarang. Kau sudah tidak menghubungiku semenjak setahun yang lalu. I really miss you!

Setidaknya aku sedikit berani untuk mulai memberimi kode bahwa aku benar-benar merindukanmu. Meskipun aku tidak tahu apa yang akan ku peroleh setelah ini. Apakah kau akan membaca dan membalasnya, atau kau benar-benar menghilang. Apa salahnya aku mencoba menghubungimu? Ini lebih baik daripada aku menyimpan rasa ini sendiri, aku sudah tidak kuat lagi. Aku rindu, dan aku mencoba beraksi supaya kau tahu jika aku merindukanmu. Setidaknya aku pernah mencoba melakukan yang terbaik, daripada nantinya aku menyesal karena terlalu gengsi untuk menghubungimu terlebih dahulu. Karena aku tahu, jika kau tak akan mungkin untuk menghubungiku terlebih dahulu.

Aku tidak tahu kapan kau akan membalas pesanku itu. Sungguh, kau benar-benar menghilang sejak setahun lalu. Ku pikir jika kau masih ada mungkin kau hanya tidak ingin memperbaharui status twittermu saja, tetapi selama inikah kau tidak memberi kabar sedikitpun? Aku hanya ingin tahu kau berada dimana sekarang? Karena aku masih belum terbiasa untuk tidak mengetahui kabar tentangmu.

Oh maafkan, aku terlalu berlebihan. Ada banyak hal yang ingin kuceritakan padamu, aku bingung harus menceritakan ini semua kepada siapa. Karena aku tahu, kau orang yang nyaman untuk bisa dijadikan tempat curhat. Seharusnya kau tahu, aku masih menunggumu, di tempat yang sama.

Entahlah ini rasa rindu atau apa, aku tidak tahu apa sebutan bagi orang yang sedang merasakan sesuatu seperti ingin bertemu atau hanya sekedar mengetahui kabar orang lain. Inikah rinduku? Aku sudah sering mengatakan hal ini, sekali lagi kuperjelas "Aku merindukanmu!". Orang yang jelas-jelas tidak pernah kutl temui sebelumnya, dan hanya mengetahui melalui sosial media yang kata orang dunia penuh dengan kebohongan.

Terimakasih pernah hadir dalam hidupku. Aku memang tidak sempat mengenalmu secara langsung, karena secara tidak langsung pun aku sudah merasa bahagia. Dimanapun kau berada saat ini, ingatlah ada seseorang yang selalu menunggumu untuk memberi kabar. Cepatlah kembali, supaya saat kau kembali aku masih ada untuk bisa menemuimu~

Loren, 12 April 2016.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar