Bukan anak hits yang biasa pergi-pergi ke tempat keren.
Bukan anak gaul yang sering foto sama temen-temennya pake kamera mahal.
Bukan anak update yang bisa ganti-ganti gadget setiap waktu.
Bukan anak orang kaya yang biasa makan di cafe terbaru terus ngeshare foto di socmed.
Bukan anak kampus yang kalo berangkat naik mobil terus selfi sama temen disebelah yang nyetir tapi sok candid pegang setir.
Bukan anak yang bisa punya pacar ganti-ganti terus pamer di instagram foto gandengan tangan atau dikecup keningnya.
Bukan anak artis yang liburannya bisa keluar negeri.
Bukan anak famous yang likers atau followers socmednya banyak.
Bukan anak lemah yang kalo lagi nangis atau mata sembab di foto terus upload di socmed.
Bukan anak baperan yang caption fotonya di socmednya tentang si doi.
Bukan selebgram yang isi instagramnya endorse-an semua.
Bukan anak sekolah yang kalo pulang sekolah bisa main ke mall.
Bukan anak kuliahan yang bisa hang out kemana-mana tanpa mikirin gimana bayar spp bulan depan.
Bukan itu semua.
Tapi mereka semua juga tidak salah.
Itu nasib mereka.
Aku....
Hanya remaja biasa.
Yang beruntung bisa kuliah di perguruan tinggi swasta hasil dari kerja keras setiap bulan.
Beruntung masih bisa bekerja dan mendapat penghasilan, meskipun tak jarang selalu kurang untuk mencukupi kebutuhan.
Beruntung masih punya gadget, meskipun ngga secanggih yang terbaru.
Beruntung masih bisa tau socmed, meskipun likers atau followers cuma sedikit.
Beruntung masih bisa pakai baju hasil beli dai uang sendiri, meskipun ngga sebagus mereka yang dapet gratis.
Beruntung masih bisa liburan, meskipun hanya dan selalu kerumah nenek.
Beruntung masih bisa upload foto, meskipun fotonya ngga dari kamera mahal
Beruntung masih single, karena aku masih belum dewasa untuk dicium.
Beruntung masih bisa ngerasain makanan enak, meskipun hanya diberi secuil saja.
Beruntung jadi anak yang strong, saat sedih tau kemana harus mengadu. Meskipun pada akhirnya semua orang tetap tidak peduli.
Beruntung masih bisa berangkat kuliah, meskipun naik motor bekas.
Beruntung punya sahabat yang apa adanya dan tidak menuntut untuk jadi anak gaul jaman sekarang, meskipun dibilang ketinggalan jaman.
Hanya remaja biasa yang berharap bisa kuliah hingga selesai dan lulus tepat waktu.
Yang berharap bisa dapat pekerjaan sesuai dengan cita-cita.
Yang berharap bisa dapat cinta sekali yang untuk selamanya.
Yang berharap masih bisa selalu bareng sahabat sampai kapanpun.
Yang berharap bisa jadi orang berguna bagi semua orang.
Yang berharap bisa jadi cewek kuat meskipun banyak masalah yang di hadapi.
Aku tak peduli jika mereka berkata aku ketinggalan jaman karena tidak pernah pergi ke cafe-cafe terbaru.
Ya, karena aku tidak punya cukup uang untuk makan disana.
Aku tak peduli jika mereka pamer dengan foto mereka di tempat paling terkenal dan kualitas foto bagus.
Ya, karena aku hanya bisa main ke sawah dan foto menggunakan kamera seluler.
Aku tak peduli jika mereka terus mengejek karena aku jomblo.
Ya, karena aku tak mau dicium sebelum aku menikah ataupun dibuat sakit hati hanya gara-gara seorang lelaki.
Aku tak peduli jika mereka pamer baju terbaru mereka.
Ya, karena aku tak mau menghabiskan uang untuk membeli baju yang masih aku punya.
Aku tak peduli mereka marah karena aku tak mau diajak untuk pergi ke mall atau tempat hiburan yang lain.
Ya, karena aku tau bagaimana susahnya mencari uang.
Aku tak peduli jika mereka bisa menghabiskan malam minggu mereka ditempat-tempat ramai.
Ya, karena setiap malam minggu aku hanya berada di gereja.
Aku tak peduli dengan gadget terbaru mereka.
Ya, karena spp kuliahku lebih penting dari gadget terbaru.
Aku tak peduli jika mereka mempunyai banyak teman-teman gaul dimana-mana.
Ya, karena sahabatku selalu ada untukku daripada teman banyak yang selalu menghilang saat butuh.
Dari itu semua, aku hanya memikirkan bagaimana orang tuaku bisa bangga memiliki anak seperti aku. Setidaknya saat berkumpul dengan orang tua yang lain, orang tuaku ada cerita tentang anaknya sendiri.
Aku masih belum menjadi anak yang sempurna bagi orang tuaku. Setidaknya aku mau berusaha untuk tidak merepotkan mereka dengan tidak meminta uang lagi kepada mereka.
Banyak meluangkan waktu dirumah bersama mereka di usia tuanya. Karena aku tidak tau sampai kapan mereka ada menemaniku.
Dari itu semua, tidak ada yang salah jika itu semua terjadi. Karena semua sudah diatur.
Mungkin aku tidak berada diatas, karena aku harus belajar bagaimana caranya naik.
Mereka tidak salah.
Tapi aku juga tidak salah, jika kadang aku ingin seperti mereka (re:orang beruntung diatas).
Aku tidak tau rencana Tuhan. Mungkin membingungkan, dan bisa saja aku memprotes Tuhan. Atau pergi meninggalkan Tuhan karena kehidupanku tidak seenak mereka. Yang ku tahu, banyak orang berkata bila rencana Tuhan itu indah. Jika pada akhirnya skenario Tuhan adalah happy ending, mengapa aku harus takut? Mengapa aku harus iri? Mengapa aku harus marah? Toh, semua ada waktunya sendiri-sendiri. Dan mungkin sekarang belum waktunya.
Hanya perlu bersyukur dan tetap sabar ikhlas menanti waktu yang terbaik. Karena aku tak sepenuhnya sendiri, masih ada banyak orang menyayangi dan mendukungku.
Tetap tersenyum, Sabar, Ikhlas, dan Bersyukur! ☺😊
Laurensia
Kamis, 7 Jan 2015
13:16
Ruang kerja You R Image Interior.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar