Minggu, 06 April 2014

Forever Alone ~

Aku tau Tuhan, ini menyakitkan. Tapi apalah aku ini? Aku bukan siapa-siapa dan aku bukan apa-apa.
Aku tidak bisa apa-apa!

Sekarang, abang yang biasanya menemani aku pulang. Dia malah mengantar pacarnya.
Sahabat yang aku sukai, kini dia malah berpaling terhadap temanku sendiri.

Terus, bagaimana dengan aku?
Aku sendiri. Tanpa ada seorang teman yang setia disampingku.
Aku sendiri Tuhan! Meskipun aku tau bahwa Engkau selalu ada bersamaku, selalu dihatiku.
Tapi saat ini, aku ingin ada sosok nyata yang selalu ada disampingku. Kapanpun aku butuh dia.

Apakah aku selamanya sendiri?
Apakah memang ini sudah jalan Tuhan?

Saat yang lain sedang asyik bersama pasangan mereka, aku hanya bisa melihat mereka dengan persasaan iri.
Dari jauh, aku mencoba menyibukkan diriku dengan ponsel miniku yang lumayan update dengan teknologi masa kini.
Setidaknya aku masih bisa terhibur dengan musik dan medsos  yang tersedia.

Tapi, bagaimanapun juga aku masi merasa iri dengan mereka.
Apa aku tidak berhak bahagia dengan orang yang aku sayangi?
Aku juga ingin bisa bercanda seperti yang lain L

Kenapa aku tidak bisa?
Kenapa aku seperti orang asing yang tidak tau dan tidak mengenali lingkungan sekitarku.
Apa sesulit itu untuk aku dapat bahagia?

Yang aku tau, semua orang berhak untuk bahagia! Bahagia bersama orang yang mereka sayangi!

Tuhan, kalau boleh aku meminta, kalau boleh aku memohon. Aku ingin seseorang yang bisa menjadi orang terdekatku. Orang yang selalu ada dimanapun aku butuh dia. Orang yang selalu mengerti aku apapun kondisiku.
Terlebih aku ingin dia satu gereja dengan aku. Bukan untuk kesombonganku, tapi aku ingin dia bisa membahagiakanku saat semua teman di gereja sibuk dengan pacar mereka masing-masing.
Aku ingin sahabat seorang pria, yang menjadi pelayan Tuhan. Yang bisa sama-sama saling melengkapi dengan aku. Yang umurnya tidak jauh berbeda lebih tua dengan aku.

Aku sudah bosan dengan kesendirianku ini L aku lelah dengan drama kehidupan ini, dimana aku selalu menjadi peran dengan akting kesendirian.
Aku terlalu sakit untuk melihat dia yang kusuka, lebih dekat dengan temanku sendiri.

Aku bosan, lelah, capek, dan terlalu lemah untuk ini semua Tuhan. Bukannya aku tidak bersyukur dengan hidup ini. Aku bersyukur Engkau masih memberikan kesehatan yang lengkap selama aku hidup. Tapi saat ini, ijinkan aku mengeluh sebentar saja untuk mengungkapkan perasaan yang selama ini tersimpan dengan rapi.

Aku ingin semua beban yang selama ini aku simpan, beban yang aku pendam sendiri sedikit demi sedikit memudar dengan berjalannya waktu.


Aku yang selama ini terlalu lelah, mulai sekarang akan berhenti dari semua drama kehidupan yang menyudutkanku ini!





Laurenkrst,
Sunday, April 6th 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar