Kamis, 28 Mei 2020

LATER. AFTER

aku benci membaca pesanmu
aku benci saat kau mengatakan akan menghubungiku nanti
aku tidak ingin membaca pesan seperti itu

karena pada kenyataannya kamu tidak pernah kembali
karena pada kenyataannya kamu tidak lagi menghubungiku
dan pada akhirnya aku tidak tahan untuk mencarimu terlebih dahulu

"i'll text you later...."
"i'll see you after..."

aku tidak suka saat pesanmu datang demikian
rasanya aku tidak ingin membacanya
tapi aku bisa apa
memang itu yang kamu inginkan


satu jam...
dua jam...
tiga jam...
hingga satu hari berlalu

aku menunggu pesanmu datang lagi setelah itu
tapi kenyatannya hanya harapan kosong yang datang

kau tidak pernah muncul lagi setelah mengucapkan
kalimat kutukan itu.
ya, kalimat yang mengutuki pembicaraan kita
agar selesai dan tak berlanjut lagi.

huh, aku sebal.

aku mulai mencoba belajar untuk terbiasa
dengan kebiasaanmu yang seperti itu.
aku bisa.

hingga aku tau mengapa kau melakukan itu.
bukan aku yang ada di hatimu
bukan aku yang ada di pikiranmu

semua bualanmu ku muntahkan lagi
menjijikkan
tapi aku tidak mau menelannya lagi
meskipun masih terasa manis.

kau masih memikirkan dia
kau masih terbayang akan dia
hanya dia yang ada dirimu.

sekuat apapun aku berusaha
aku tidak mampu menghilangkan dia
aku tidak mampu menggantikan dia
dan seharusnya aku tau bahwa aku akan gagal.

gagal dalam mengalihkan pikiranmu
gagal dalam merayumu untuk bersamaku
gagal dalam meyakinkanmu terhadap perasaanku

dan pada akhirnya,
aku menyerah
kali ini aku serius
aku benar-benar menyerah

aku terlalu serius dengan perasaanku
hingga aku tidak sadar kalau kau hanya bayang semu

bukan kau yang pergi
tetapi aku.



La,
May 28th '20
10:58 am

Tidak ada komentar:

Posting Komentar