Kamis, 22 Februari 2018

It's my world!


Tempelan kertas di papan yang ada di dekat kaca rias ku hampir penuh, sepertinya aku membutuhkan papan tempel lagi untuk menempel semua unek unek yang selama ini aku tulis di sticky note. Hal kecil, tapi membuat ku sedikit lega. Setidaknya sedikit kecemasan ku berkurang, ketika tidak ada orang yang mau peduli dengan apa yang kurasakan.

“Aku bosan Tuhan. Harus bersabar sampai kapan?” –Wens, 1 feb 2018-02-01-

Kertas kesekian yang aku tempel hari ini. Dan mungkin keluhan yang sudah tidak terhitung lagi. Mungkin menurut orang lain, aku adalah orang yang sering dan suka mengeluh. Tapi, ku rasa itu hal yang wajar terjadi pada manusia. Setidaknya, aku mengeluh pada kertas-kertas ku yang lebih memilih diam dan mendengarkan daripada kepada banyak manusia di luar sana yang bergaya mendengarkan dan memberi saran akan keluh kesahku, tapi sebenarnya mereka hanya sedang mengumpulkan bahan untuk di gosipkan kepada manusia yang lainnya.

Ya, aku sedang bosan dengan rutinitas ku sebagai salah satu karyawan di perusahaan export impor perikanan. Karyawan baru yang sejatinya tidak terlalu memiliki peran penting, yang kadang juga sebagai orang serabutan di kantor. Jika orang lain bertanya aku sebagai apa disini, aku bisa menjawabnya dengan sebutan “Admin Exim”. Tapi, apa yang aku kerjakan tidak sepenuhnya tugas seorang admin pada umumnya. Kadang, aku bekerja membuatkan teh, kopi, menjadi orang yang selalu dan harus siap untuk disuruh ke rumah depan atau rumah Bu Bos untuk mengambil barangnya. Seringnya, aku menjadi kurir makanan untuk pegawai lainnya, tapi itu tidak apa-apa karena hal itu bisa menjadi alasan untukku keluar dari kantor sejenak.

Menjadi seseorang dengan karakter cepat bosan adalah hal yang sangat menyusahkan bagi diriku sendiri. Aku tidak pernah bisa cocok dan bertahan lama pada sebuah perusahaan, semuanya dengan alasan yang sama. Rasa bosan dan ada sedikit rasa yang mengekang pada diriku, membuatku susah untuk menikmati pekerjaanku. Bukan aku tidak bersyukur karena sudah mendapat pekerjaan yang lebih baik dari orang diluar sana. Bahkan kadang aku sendiri tidak mengerti apa yang diinginkan oleh hatiku dan diriku sendiri. Aku masih mencari jati diriku yang sebenarnya.

Yaaaah, memikirkan itu semua membuatku semakin lelah dan ingin pergi jauh tanpa bisa kembali lagi. Atau mungkin hilang ingatan dan menjadi anak polos lagi yang seperti terlahir baru. 

Jangan terlalu cepat menilaiku menjadi yang terburuk, karena kau tidak akan tahu hal dibalik sampul yang gelap ini. 
Welcome to Wen’s World.


Surabaya,
February 1st, 2018
11.57 AM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar