Selasa, 27 Februari 2018

Resah

ada sesuatu yang mengganjal hatiku
rasanya aneh.
sebelumnya tak pernah seperti ini.
perasaan seperti takut dan gusar.
hampir membuat seluruh badanku gemetaran,
untung saja aku bisa menahannya.

perasaan aneh apa ini?
seperti aku mengetahui akan ada hal buruk yang terjadi.

perasaanku kacau.
aku ingin pulang dan kembali kerumah saja.

bahkan tenggorokanku merasakan sesuatu.
pertanda apa ini?

pikiranku semakin tak karuan.
oh ayolah, ada apa ini?

aku tak bisa tenang,
aku tak bisa fokus.

aku harus menjalani sesuatu yang sangat sulit.
aku tak tahu kemana ini akan berjalan.

resah,
gundah,
aku ingin berada dekat dengan orang-orang yang menyayangiku.

aku merasa asing,
merasa tidak aman dan nyaman.

semoga hari ini berlalu dengan cepat.
aku benci untuk merasakan hal seperti ini~

Wens,
28 Feb 2018
8:48

Kamis, 22 Februari 2018

To : The best parents, in my life!

Seperti ada yang mencekat tenggorakanku
Rasanya sakit sekali.

Ada butiran air yang ingin keluar
Tapi kelopakku berhasil menahannya.

Aku rindu
Aku rindu menjadi gadis kecil milik mama papa ku.

Tiba-tiba pikiranku melayang jauh
Jatuh kepada ingatan masa kecil yang berhenti pada kata sempurna.

Ya, masa kecil yang indah untuk dikenang.

Orang tua yang tidak pernah meninggalkan,
meskipun mereka sibuk bekerja.

Aku tidak ingin menangis,
tapi mengingat hal itu membuatku parau.

Aku tidak ingin mengingatnya,
tapi otakku telah berputar secara otomatis.

Ku pikir perubahan dari gadis kecil ke gadis dewasa itu membutuhkan waktu yang lama,
tapi ternyata waktu berlari sangat cepat.

Tadinya aku ingin cepat-cepat dewasa dan bisa mengatur hidupku sendiri,
ternyata aku salah.

Aku tidak begitu pandai mengatur hidupku sendiri,
yang ku tau, aku bahagia jika ada bersama dengan keluargaku.

Dear Papa, Mama.
Bolehkah aku kembali menjadi gadis kecilmu?
Bisa kah kita tidur bersama setiap malam?
Menggandeng tanganku ketika bepergian bersama.
Menggendongku ketika aku capek berjalan.
Menyuapiku meskipun aku berlarian kesana kemari.
Oh, aku hanya belum siap menjadi gadis dewasamu.
Ku pikir, aku bisa setegar kalian yang sudah berhasil menjadi orangtuaku.
Ternyata, gadismu ini belum sepenuhnya bisa berjalan sendiri.
Karena seringnya aku terluka jika harus berjalan tanpa tuntunan kalian.

Tapi aku tau, sudah bukan saatnya lagi.
Merengek hanya karena terkena debu.
Menangis hanya karena terkena gerimis kecil.

Bantu aku untuk bisa berjalan dengan lepas tangan.
Bantu aku untuk kuat ketika harus melewati hujan tanpa pelukan kalian.
Bantu aku untuk tidak selalu menangis hanya karena mengingat masa kecilku.

Dan,
doakan aku untuk selalu bisa membuat kalian tersenyum.

Doaku selalu supaya kalian sehat dan bahagia.

I love you 💋

With Love,
Ur little girl.
Fri, 23 Feb '18
9:37

It's my world!


Tempelan kertas di papan yang ada di dekat kaca rias ku hampir penuh, sepertinya aku membutuhkan papan tempel lagi untuk menempel semua unek unek yang selama ini aku tulis di sticky note. Hal kecil, tapi membuat ku sedikit lega. Setidaknya sedikit kecemasan ku berkurang, ketika tidak ada orang yang mau peduli dengan apa yang kurasakan.

“Aku bosan Tuhan. Harus bersabar sampai kapan?” –Wens, 1 feb 2018-02-01-

Kertas kesekian yang aku tempel hari ini. Dan mungkin keluhan yang sudah tidak terhitung lagi. Mungkin menurut orang lain, aku adalah orang yang sering dan suka mengeluh. Tapi, ku rasa itu hal yang wajar terjadi pada manusia. Setidaknya, aku mengeluh pada kertas-kertas ku yang lebih memilih diam dan mendengarkan daripada kepada banyak manusia di luar sana yang bergaya mendengarkan dan memberi saran akan keluh kesahku, tapi sebenarnya mereka hanya sedang mengumpulkan bahan untuk di gosipkan kepada manusia yang lainnya.

Ya, aku sedang bosan dengan rutinitas ku sebagai salah satu karyawan di perusahaan export impor perikanan. Karyawan baru yang sejatinya tidak terlalu memiliki peran penting, yang kadang juga sebagai orang serabutan di kantor. Jika orang lain bertanya aku sebagai apa disini, aku bisa menjawabnya dengan sebutan “Admin Exim”. Tapi, apa yang aku kerjakan tidak sepenuhnya tugas seorang admin pada umumnya. Kadang, aku bekerja membuatkan teh, kopi, menjadi orang yang selalu dan harus siap untuk disuruh ke rumah depan atau rumah Bu Bos untuk mengambil barangnya. Seringnya, aku menjadi kurir makanan untuk pegawai lainnya, tapi itu tidak apa-apa karena hal itu bisa menjadi alasan untukku keluar dari kantor sejenak.

Menjadi seseorang dengan karakter cepat bosan adalah hal yang sangat menyusahkan bagi diriku sendiri. Aku tidak pernah bisa cocok dan bertahan lama pada sebuah perusahaan, semuanya dengan alasan yang sama. Rasa bosan dan ada sedikit rasa yang mengekang pada diriku, membuatku susah untuk menikmati pekerjaanku. Bukan aku tidak bersyukur karena sudah mendapat pekerjaan yang lebih baik dari orang diluar sana. Bahkan kadang aku sendiri tidak mengerti apa yang diinginkan oleh hatiku dan diriku sendiri. Aku masih mencari jati diriku yang sebenarnya.

Yaaaah, memikirkan itu semua membuatku semakin lelah dan ingin pergi jauh tanpa bisa kembali lagi. Atau mungkin hilang ingatan dan menjadi anak polos lagi yang seperti terlahir baru. 

Jangan terlalu cepat menilaiku menjadi yang terburuk, karena kau tidak akan tahu hal dibalik sampul yang gelap ini. 
Welcome to Wen’s World.


Surabaya,
February 1st, 2018
11.57 AM

Senin, 19 Februari 2018

Angin Ribut

Ada rasa gelisah di dalam dada
Ada hal yang membuat cemas tanpa tahu sebabnya.
Pikiranku berputar-putar seperti angin ribut
Abu-abu dan tak tentu arah.
Aku kalut dalam bayang dan pikiran ku sendiri
Semakin dalam aku masuk dalam angin ribut itu.
Hati dan pikiranku seolah beradu dan bercekcok tanpa henti

Aku ingin pergi.
Aku ingin menghilang.

Semua orang tampak buruk didepanku.
Atau hanya perasaanku saja?

Perasaanku tak bisa tenang,
aku ingin menangis dan berteriak.
Tetapi air mata dan suaraku tiba-tiba tak mau keluar.

Aku sudah lelah dengan kekalutan ini.
Aku suntuk dengan semua yang telah terjadi.

Apa yang terjadi selama ini,
hati ku masih belum bisa menerima.

Rasa ingin menghilang selalu datang menghantui setiap pagi.

Aku tidak ingin kembali lagi di tempat ini.
Aku tidak ingin bertemu dengan semua orang yang ada disini.

Aku sudah tidak bisa mengontrol perasaanku.
Aku seperti kehabisan akal dan pikiran.

Aku bingung,
sungguh aku dalam kebingungan dan kebimbangan.

Tempat ini tampak mengerikan bagi hati dan pikiranku.
Semakin lama aku berada di tempat ini,
akan memperlebar penyakit dan luka di batin dan jiwaku.

Hingga akhirnya, aku merasa buntu.
Stuck.
Aku tak bisa kemana-mana lagi.

Aku merasa mual
Aku ingin memuntahkan semua emosi dan kesedihanku

Gemas.
Ingin meremas diriku sendiri.
Entahlah, sepertinya aku sudah mulai gila~


Wen, 20 Feb 2018
11 : 54