Rabu, 29 Agustus 2018

I FOUND YOU!

In the end of August, finally I found you!
After 3 years, and i know you better now.
Glad to know who you are now.

Entahlah, aku merasa bahagia sekaligus sedih.
Tidak sia-sia selama ini aku menanyakan mu kepada Tuhan.
Akhirnya terjawab juga, dengan cara yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
Aneh, lucu.

Ya, memang aku tak bisa berharap banyak.
Cukup mengetahui kabarmu saja itu sudah bagus.
Setidaknya aku tau kalau kau masih tetap ada di dunia ini.

Ketidaksengajaan yang tidak pernah ku duga.
Sempat menyerah sebelumnya.
Hingga akhirnya, hari ini semesta ikut andil menemukanku padamu.
Entahlah apakah ini waktu yang tepat dan cepat.
Ataukah aku yang terlalu terburu-buru untuk mendatangi mu.

Aku bahagia, sekaligus sedih.

Jarak kita semakin jauh.
Tidak lagi terpisahkan oleh kota.
Tapi juga negara.

Aku berterima kasih kepada seseorang yang telah menjadi penyalur 'kita'.

Aku minder untuk menyapa mu.
Karena aku tau, aku sudah bukan pada kelas mu.
Setidaknya, mengetahui kabarmu saja sudah cukup bagiku.
Kau tidak menghilang.
Kau masih ada
Hanya saja, semesta menyembunyikan mu dari ku:')

Aku tidak sedang berulang tahun.
Tapi semesta memberi ku kejutan lucu ini.
Sekarang aku tidak lagi bertanya kau ada di mana.

Terimakasih karena masih ada.
Aku tak mau tergesa-gesa lagi untuk menemui wujud nyata mu.
Kalau pun semesta mendukung lagi, mereka pasti akan menemukan kita.
Ya, dan aku percaya itu:')

Loren.
30 Agustus 2018.

Rabu, 01 Agustus 2018

- Sekali Lagi -


Untukmu seseorang yang aku tidak tahu keberadaannya.

Kita pernah kenal, sebelum pada akhirnya kau menghilang
Kita pernah bertukar pikiran, sebelum pada akhirnya kau tak pernah membalas pesanku.

Kau yang selalu ku tanyakan dalam Doa malamku,
Apakah kau baik-baik saja?
Kau ada dimana sekarang?
Jika kau masih berada di alam yang sama denganku, aku harap kau baik-baik saja dan bisa bertemu denganku secepatnya.
Tetapi jika ternyata kau sudah berada dilain alam, ketahuilah bahwa aku pernah menunggumu untuk selalu hanya ingin mengetahui kabarmu.

Aku tidak tahu apa yang terjadi denganku, aku hanya tidak bisa berhenti mengingatmu yang selalu membawa namamu pada Doaku.
Kau tiba-tiba menghilang, tanpa pesan yang jelas.

Oke mungkin ini sangat aneh, kita hanya bertemu di social media. Media dengan banyaknya kebohongan yang bisa diciptakan dengan mudah.
Tapi, kau sangat menarik perhatianku dari awal, bahkan hingga sekarang.
Dari caramu menuliskan setiap kicauan-mu, membuatku berfikir bahwa kau memang cowok modern tapi yang tidak neko-neko dan sangat asik untuk berbagi cerita dengan topic apapun.
Lalu, aku mengagumimu dari jarak yang sangat jauh.
Sebenarnya bisa saja kita bertemu, hanya aku tak tahu persis dimana kau berada.

Aku tidak yakin, apakah ini alasan utama jika sampai saat ini aku masih sendiri. Single.
Aku tidak bisa membuka hati untuk orang lain, karena hanya kau yang aku pikirkan. Kabarmu dan keberadaanmu.
Sulit untukku melalukanmu dari pikiranmu.
Aku hanya penasaran saja, sekarang kau berada dimana.
Karena kau benar-benar secara tiba-tiba menghilang tanpa kabar.
Mungkin setelah mengetahui kabarmu, aku bisa melangkah lagi dan membuka kembali hati untuk yang lain.
Ya, aku hanya ingin tahu kau berada dimana sekarang. Dan bagaimana kabarmu sekarang. Itu saja~

Jika untuk bertemu adalah hal yang sulit, maka berikan saja kabarmu kepadaku supaya aku lega dan bisa menghirup nafas dengan bebas lagi.
Aku selalu mendoakanmu, dan merindukanmu.
Cepatlah kembali, sebelum pada akhirnya kita tidak bisa bertemu lagi entah karena hal lain apa yang aku tidak tahu nantinya.
Sekali lagi, aku merindukanmu. Kembalilah ~




Sinc,
Gadis yang menunggu kabarmu sejak 3 tahun lalu.
2 Agustus 2018
2 AM.

Selasa, 29 Mei 2018

And, Give up~

Aku berhenti mencarimu.
Aku berhenti mencari tahu tentang kabarmu.
Aku menyerah mencari tahu semua tentangmu.
Aku lelah dan hendak berhenti.

Ku pikir aku tak kan menyerah.
Ku pikir aku tak kan pernah berhenti mencari tahu.
Nyatanya aku tak mampu.

Aku terlalu lelah menunggumu di waktu yang sangat lama.

Ku rasa inilah saatnya aku menghentikan ilusi ku tentangmu.
Tentang sosokmu yang selalu ku harapkan tiba-tiba datang.

Pada akhirnya aku harus menyerah juga.

Aku mengikhlaskan semuanya.
Semua tentangmu.
Tentang sosokmu.
Sosok yang selama ini ku tunggu untuk menjadi nyata.

Mungkin saja pepatah orang lama masih berlaku, kalau jodoh tak akan kemana.

-Wen-

Minggu, 27 Mei 2018

Another letter

Hi Vin,
Malam ini aku merindukan mu lagi.

Beberapa hari ini rasanya otakku berputar ke arah mu.
Entah, aku pun tak tahu apa maksudnya.
Apakah ada sesuatu yang terjadi padamu?
Ku harap kau tetap baik-baik saja.

Seperti ada gelombang yang aku tidak tahu apa namanya dalam hatiku ketika mengingat tentang dirimu.
Terdengar berlebihan, tapi ini faktanya.

Aku sendiri juga tidak pernah merasa lelah untuk selalu merindumu.
Berharap engkau datang dan menyapa ku kembali.
Paling tidak, berikan aku kabar tentangmu. Tentang keberadaan, dan jika mungkin alasan mengapa kau tiba-tiba menghilang.

Kau spesial, meskipun kita tidak pernah bertemu.
Kau aneh, selalu muncul di pikiranku dengan cara yang berbeda.
Kau lucu, membuatku tersenyum geli jika membaca sebutan yang kau kirimkan kepadaku beberapa tahun lalu.

Ya, beberapa tahun lalu.

Sudah lama ya Vin,
Tapi aku tetap tidak bisa lupa.

Apa menurutmu aku yang berlebihan?
Atau memang ada sesuatu yang Tuhan sedang sembunyikan dari kita?

Sekali lagi, aku mencoba mencari tahu apa maksud Tuhan mempertemukan kita dengan cara yang aneh.

Aku sudah sering bertanya, tapi tidak pernah mendapat jawaban.

Pernah memang aku mencoba melupakan mu.
Tapi yang terjadi justru kau semakin kuat di dalam ingatanku.

Vin,
Kau tahu tidak, malam ini aku tidak bisa terpejam. Aku teringat sosokmu.
Sosok misterius yang tak pernah aku temukan tapi selalu terbayang.
Aku tidak tahu kegilaan ini akan berakhir kapan, atau mungkin tidak akan bisa berakhir.
Tapi satu yang perlu kau tahu, jika suatu saat kau hadir kembali, ketahuilah bahwa aku pernah selama ini menunggumu.
Hanya sekedar ingin tahu kabarmu saja. Tidak masalah jika kau menganggap ku gila, karena hatiku tak pernah salah.
Hatiku ingin berlari ke arahmu, tapi dia tidak tahu jalan mana yang seharusnya ia lewati.
Kadang hatiku tersesat, lalu kembali lagi ke titik awal pertemuan kita. Tak tahu kapan akan berakhir dititik akhir pertemuan kita.

Aku tidak gila Vin, bahkan aku masih bisa suka dan sayang dengan orang lain.
Tapi, siapapun dia. Ketika aku merasa kecewa dan sakit hati, aku selalu ingin menemui mu. Dengan harapan hanya kau yang mampu menenangkan ku.
Meskipun kenyataannya tidak pernah seperti demikian.

Aku ingin berhenti menulis tentangmu, tapi jari dan otakku masih berjalan terus memikirkan kata-kata yang cocok untukmu.

Berapa surat lagi yang harus ku tulis untuk bisa sampai dan mendapatkan balasan darimu?
Berapa detik, menit, jam, hari, bahkan tahun lagi yang harus aku lalui sendiri untuk mencarimu?
Jika pada akhirnya ternyata kau tak pernah nyata~

-Wen-
1:35
May 28, 2018

Rabu, 02 Mei 2018

Poem 1

Melipir hangat bersama secawan rindu.
Aromanya tak se-asing yang ku tahu.

Harum nafasmu di senja itu,
Bisakah aku meneguknya lagi?

Poem.
-Wen-

Kamis, 15 Maret 2018

Survive!

How to survive?
Idk. I just try my best.
Till i can't~

Sekali lagi, penegasan yang sangat jelas.
Ku tak ingin melanjutkan ini lagi.

Mengapa harus terus berjalan jika batin tersiksa?
Mengapa harus dilanjutkan jika tak pernah bahagia?

Semua orang berhak mendapat kebahagiannya.
Dan aku, tak terkecuali juga.

Menghirup nafas dalam-dalam,
berharap beberapa dari masalahku ikut keluar
bersama hembusan nafasku.

Nyatanya itu tidak berhasil.
Malah terasa semakin berat~

Hidup ini begitu keras.
Tidak semua orang akan memahamimu.
Seringnya, mereka hanya sekedar bertanya dan lalu begitu saja.

Itu tak mengapa,
setiap orang memiliki haknya masing-masing.

Aku setuju dengan pernyataan
"Hidup yang kau keluhkan kadang adalah hidup yang diinginkan orang lain"

Tapi kadang aku berpikir,
apakah aku tidak boleh untuk mendapatkan yang lebih baik?
Bukan aku tidak mensyukurinya,
hanya aku berusaha untuk meraih apa yang menjadi mimpiku.

Setiap orang memiliki titik terjenuhnya
tapi bagaimana jika itu terjadi setiap hari?
siapa yang berhak disalahkan?

Kehidupan kah?
Atau dirinya?

Entahlah, aku tak mau ambil pusing.

Tidak semua hari akan menyenangkan,
tapi orang juga tak berhak untuk menjudge hari esok.
Karene setiap hari memiliki ceritanya masing-masing,
itu tergantung bagaimana kamu menyikapinya.

Tulisanku ini aneh,
aku seakan berceramah kepada orang banyak
padahal hidupku sendiri masih berantakan.

Aku juga masih belajar,
menata hidup tidak semudah menata lemari baju yang berantakan.

Jika aku memiliki kesempatan lebih panjang,
aku akan mencoba melakukan yang lebih baik.
Meskipun memang tidak mudah,
setidaknya mencoba itu lebih baik :)


Wens
15 Maret 2018
14:46

Selasa, 27 Februari 2018

Resah

ada sesuatu yang mengganjal hatiku
rasanya aneh.
sebelumnya tak pernah seperti ini.
perasaan seperti takut dan gusar.
hampir membuat seluruh badanku gemetaran,
untung saja aku bisa menahannya.

perasaan aneh apa ini?
seperti aku mengetahui akan ada hal buruk yang terjadi.

perasaanku kacau.
aku ingin pulang dan kembali kerumah saja.

bahkan tenggorokanku merasakan sesuatu.
pertanda apa ini?

pikiranku semakin tak karuan.
oh ayolah, ada apa ini?

aku tak bisa tenang,
aku tak bisa fokus.

aku harus menjalani sesuatu yang sangat sulit.
aku tak tahu kemana ini akan berjalan.

resah,
gundah,
aku ingin berada dekat dengan orang-orang yang menyayangiku.

aku merasa asing,
merasa tidak aman dan nyaman.

semoga hari ini berlalu dengan cepat.
aku benci untuk merasakan hal seperti ini~

Wens,
28 Feb 2018
8:48

Kamis, 22 Februari 2018

To : The best parents, in my life!

Seperti ada yang mencekat tenggorakanku
Rasanya sakit sekali.

Ada butiran air yang ingin keluar
Tapi kelopakku berhasil menahannya.

Aku rindu
Aku rindu menjadi gadis kecil milik mama papa ku.

Tiba-tiba pikiranku melayang jauh
Jatuh kepada ingatan masa kecil yang berhenti pada kata sempurna.

Ya, masa kecil yang indah untuk dikenang.

Orang tua yang tidak pernah meninggalkan,
meskipun mereka sibuk bekerja.

Aku tidak ingin menangis,
tapi mengingat hal itu membuatku parau.

Aku tidak ingin mengingatnya,
tapi otakku telah berputar secara otomatis.

Ku pikir perubahan dari gadis kecil ke gadis dewasa itu membutuhkan waktu yang lama,
tapi ternyata waktu berlari sangat cepat.

Tadinya aku ingin cepat-cepat dewasa dan bisa mengatur hidupku sendiri,
ternyata aku salah.

Aku tidak begitu pandai mengatur hidupku sendiri,
yang ku tau, aku bahagia jika ada bersama dengan keluargaku.

Dear Papa, Mama.
Bolehkah aku kembali menjadi gadis kecilmu?
Bisa kah kita tidur bersama setiap malam?
Menggandeng tanganku ketika bepergian bersama.
Menggendongku ketika aku capek berjalan.
Menyuapiku meskipun aku berlarian kesana kemari.
Oh, aku hanya belum siap menjadi gadis dewasamu.
Ku pikir, aku bisa setegar kalian yang sudah berhasil menjadi orangtuaku.
Ternyata, gadismu ini belum sepenuhnya bisa berjalan sendiri.
Karena seringnya aku terluka jika harus berjalan tanpa tuntunan kalian.

Tapi aku tau, sudah bukan saatnya lagi.
Merengek hanya karena terkena debu.
Menangis hanya karena terkena gerimis kecil.

Bantu aku untuk bisa berjalan dengan lepas tangan.
Bantu aku untuk kuat ketika harus melewati hujan tanpa pelukan kalian.
Bantu aku untuk tidak selalu menangis hanya karena mengingat masa kecilku.

Dan,
doakan aku untuk selalu bisa membuat kalian tersenyum.

Doaku selalu supaya kalian sehat dan bahagia.

I love you 💋

With Love,
Ur little girl.
Fri, 23 Feb '18
9:37

It's my world!


Tempelan kertas di papan yang ada di dekat kaca rias ku hampir penuh, sepertinya aku membutuhkan papan tempel lagi untuk menempel semua unek unek yang selama ini aku tulis di sticky note. Hal kecil, tapi membuat ku sedikit lega. Setidaknya sedikit kecemasan ku berkurang, ketika tidak ada orang yang mau peduli dengan apa yang kurasakan.

“Aku bosan Tuhan. Harus bersabar sampai kapan?” –Wens, 1 feb 2018-02-01-

Kertas kesekian yang aku tempel hari ini. Dan mungkin keluhan yang sudah tidak terhitung lagi. Mungkin menurut orang lain, aku adalah orang yang sering dan suka mengeluh. Tapi, ku rasa itu hal yang wajar terjadi pada manusia. Setidaknya, aku mengeluh pada kertas-kertas ku yang lebih memilih diam dan mendengarkan daripada kepada banyak manusia di luar sana yang bergaya mendengarkan dan memberi saran akan keluh kesahku, tapi sebenarnya mereka hanya sedang mengumpulkan bahan untuk di gosipkan kepada manusia yang lainnya.

Ya, aku sedang bosan dengan rutinitas ku sebagai salah satu karyawan di perusahaan export impor perikanan. Karyawan baru yang sejatinya tidak terlalu memiliki peran penting, yang kadang juga sebagai orang serabutan di kantor. Jika orang lain bertanya aku sebagai apa disini, aku bisa menjawabnya dengan sebutan “Admin Exim”. Tapi, apa yang aku kerjakan tidak sepenuhnya tugas seorang admin pada umumnya. Kadang, aku bekerja membuatkan teh, kopi, menjadi orang yang selalu dan harus siap untuk disuruh ke rumah depan atau rumah Bu Bos untuk mengambil barangnya. Seringnya, aku menjadi kurir makanan untuk pegawai lainnya, tapi itu tidak apa-apa karena hal itu bisa menjadi alasan untukku keluar dari kantor sejenak.

Menjadi seseorang dengan karakter cepat bosan adalah hal yang sangat menyusahkan bagi diriku sendiri. Aku tidak pernah bisa cocok dan bertahan lama pada sebuah perusahaan, semuanya dengan alasan yang sama. Rasa bosan dan ada sedikit rasa yang mengekang pada diriku, membuatku susah untuk menikmati pekerjaanku. Bukan aku tidak bersyukur karena sudah mendapat pekerjaan yang lebih baik dari orang diluar sana. Bahkan kadang aku sendiri tidak mengerti apa yang diinginkan oleh hatiku dan diriku sendiri. Aku masih mencari jati diriku yang sebenarnya.

Yaaaah, memikirkan itu semua membuatku semakin lelah dan ingin pergi jauh tanpa bisa kembali lagi. Atau mungkin hilang ingatan dan menjadi anak polos lagi yang seperti terlahir baru. 

Jangan terlalu cepat menilaiku menjadi yang terburuk, karena kau tidak akan tahu hal dibalik sampul yang gelap ini. 
Welcome to Wen’s World.


Surabaya,
February 1st, 2018
11.57 AM

Senin, 19 Februari 2018

Angin Ribut

Ada rasa gelisah di dalam dada
Ada hal yang membuat cemas tanpa tahu sebabnya.
Pikiranku berputar-putar seperti angin ribut
Abu-abu dan tak tentu arah.
Aku kalut dalam bayang dan pikiran ku sendiri
Semakin dalam aku masuk dalam angin ribut itu.
Hati dan pikiranku seolah beradu dan bercekcok tanpa henti

Aku ingin pergi.
Aku ingin menghilang.

Semua orang tampak buruk didepanku.
Atau hanya perasaanku saja?

Perasaanku tak bisa tenang,
aku ingin menangis dan berteriak.
Tetapi air mata dan suaraku tiba-tiba tak mau keluar.

Aku sudah lelah dengan kekalutan ini.
Aku suntuk dengan semua yang telah terjadi.

Apa yang terjadi selama ini,
hati ku masih belum bisa menerima.

Rasa ingin menghilang selalu datang menghantui setiap pagi.

Aku tidak ingin kembali lagi di tempat ini.
Aku tidak ingin bertemu dengan semua orang yang ada disini.

Aku sudah tidak bisa mengontrol perasaanku.
Aku seperti kehabisan akal dan pikiran.

Aku bingung,
sungguh aku dalam kebingungan dan kebimbangan.

Tempat ini tampak mengerikan bagi hati dan pikiranku.
Semakin lama aku berada di tempat ini,
akan memperlebar penyakit dan luka di batin dan jiwaku.

Hingga akhirnya, aku merasa buntu.
Stuck.
Aku tak bisa kemana-mana lagi.

Aku merasa mual
Aku ingin memuntahkan semua emosi dan kesedihanku

Gemas.
Ingin meremas diriku sendiri.
Entahlah, sepertinya aku sudah mulai gila~


Wen, 20 Feb 2018
11 : 54