Selasa, 29 Desember 2015

Storyline

Sekarang aku tau, penantian ini ternyata sia-sia.
Cukup lega bagiku, karena sekarang aku tau siapa kamu.
Ya, kamu sudah memiliki kekasih. Dan kalian saling mencintai. Untuk apa aku mengaharapkan kamu lagi? Yang justru akan lebih menyakitiku~
Setidaknya aku sekarang tidak perlu merindukanmu lagi. Aku tidak perlu tau bagimana kabarmu. Karena bukan hakku untuk mengetahui semua hal tentangmu.
Tidak. Aku tidak sakit hati.
Karena aku tau, itu resikonya saat aku berani merindukanmu yang jelas-jelas telah memiliki seorang kekasih.
Terimakasih pernah datang dan mengenaliku.
Terimakasih pernah setidaknya sedikit dekat denganku.

Maaf jika aku berlebihan padamu.
Maaf jika selama ini aku harus menyiksa perasaanku sendiri.
Karena sekarang, aku harus perlahan melupakanmu.
Meninggalkan semuanya yang pernah ada antara kita.

Someone say that it is time. Trying new a better storyline.
Move on, leave the past behind. The future seems to say that I'll be fine.

You just gotta know, how this year end mean so much to me~

Lauren,
22 Des 2015 15:33

Jumat, 27 November 2015

My First Rain

Hujan pertamaku.


Iya, ini hujan pertamaku ketika aku berada disini.


Aku memang tak menyukai tempat ini, tapi dimanapun aku berada hujan adalah hal menyenangkan.


Dan ini hujan pertamaku disini, ditempat kerja.

Bau tanah yang harum seperti biasanya


Awan mendung yang begitu gelap menggantung diatas


Listrik yang tiba-tiba mati


Suara guntur yang saling beradu kekuatan suara


Dan bunyi air hujan yang jatuh diataa asbes halaman rumah.

Seketika, udara disekitar menjadi dingin dan gelap.


Ini hal yang wajar saat musim hujan datang.

Berapa lama hujan ini turun?


Satu jam kah? Atau dua jam? Atau, sampai besok pagi?


Lalu, bagaimana aku berangkat ke kampus jika hujan lebat seperti ini.


Ah, hujan ini membuatku malas untuk beraktifitas. Aku ingin bersembunyi dibalik selimut yang hangat sambil menonton tv dan memakan camilan yang ada.


Hei, kapan terakhir kali aku melakukan aktivitas semacam itu?


Tahun ini, 7bulan yang lalu~

Hujan semakin deras.


Seperti plastik yang diisi dengan air secara terus menerus dan akhirnya jebol.


Hujan musim ini datang terlambat!


Seharusnya dia datang sudah dari sebulan yang lalu.


Tapi dia baru muncul hari~

Ya sudah, nikmati saja hujan pertama ini.


My first rain~

-QueenBee, 25Nov2015-


Minggu, 01 November 2015

Stuck

Aku terjebak.
Aku berada di dimensi lain
Dimensi yang tak aku sukai
Tapi aku harus melalui ini semua
Entah sampai kapan aku berada disini.

Seseorang telah membawaku
Ketempat yang tak seharusnya aku berada.
Karena aku tak menyukai tempat ini
Sampai kapanpun tak akan pernah.

Aku terhimpit di pojok ruangan
Ruangan gelap tak bercahaya
Berharap seseorang datang dan membawaku keluar
Tapi hingga kini aku masih terjebak.

Aku sendiri dan tak berarti
Aku hampa bagai sebuah kotak tanpa lingkaran, kosong.
Mencoba menghilang di balik tirai gelap itu
Tapi bayanganku tak mau mengikuti ragaku.

Aku mulai suntuk
Sampai kapan aku berada di tempat ini?
Tidak tahukah bahwa ini bukan duniaku?
Dunia yang tak seharusnya aku diami
Siapalah aku ini, sehingga tak ada seorangpun yang datang menyelamatkanku.

Aku terjebak.
Dan tak mampu keluar.
Aku lemah dan tak berdaya
Akan ada banyak monster di balik pintu saat aku mencoba keluar
Mereka seakan tidak mengizinkanku keluar dari tempat ini

Lalu bagaimana dengan kehidupanku?
Aku memiliki cita-cita yang harus aku kejar
Aku memiliki sejuta impian yang ingin aku nyatakan
Tapi monster itu menghalangi langkahku

Disudut ruangan yang gelap ini
Aku menangis tak berdaya
Mencoba berdoa pada yang Maha Kuasa
Berharap Dia 'kan segera datang menolongku
Tapi sampai kapan aku berada disini?

Hari-hari yang panjang kulalui disini
Di tempat yang tidak aku sukai
Aku menyia-nyiakan waktu berhargaku
Seandainya, jika saat itu aku tidak bertemu dengan orang itu
Mungkin saat ini aku telah berada di tempat yang bisa membawaku pada kebahagiaan
Di tempat aku bisa menggapai impian dan cita-citaku.

Aku masih terjebak~



-LKrst, Nov 02 2015, 08:48-

Rabu, 16 September 2015

Aku, dan Rasa rinduku

Siapa yang menginginkan rasa rindu ini? Aku tidak mau memilikinya!
Karena setiap kali aku memilikinya, justru aku semakin tersiksa!
Jelas,aku tersiksa. Karena rindu ini hanya akan mengendap disini! Di hati yang tidak bersalah, tetapi selalu menjadi tempat bersandarnya rindu yang kemudian menjadi luka.
Aku tidak ingin memiliki rindu ini! Apalagi rindu ini selalu menuju orang yang sama, dan orang yang salah!

Mengapa selalu kamu? Bahkan kita tidak pernah bertemu sebelumnya! Tetapi, rindu ini selalu mengarah kepadamu? Betapa bodohnya aku saat ini! Tapi apa yang bisa aku buat sekarang? Hanya menunggumu untuk menghubungiku, meskipun aku tau itu takkan mungkin terjadi!

Aku, dan sejuta rasa rinduku kepadamu yang takkan pernah ada habisnya! Mungkin rindu akan menghilang, saat kita akan secara tak sengaja bertemu. Menjelaskan semua perasaan ini, dan memulai semuanya dari awal, dengan harapan penantian ini takkan sia-sia. -KeLau-

Wen, 17 Sept 2015
12.01

Minggu, 13 September 2015

Kediri

Tak seperti biasanya, stasiun ini sepi . Ruang antri tiket bahkan tempat menunggu kereta-pun tak seramai biasanya. Ya, ini hari ini senin. Dan bukan high season.
Tak seperti biasanya juga, aku merasa ada hal yang "akan" hilang setelah aku pergi dari tempat ini. Ada apa? Ini bukan waktunya untuk liburan! Aku harus pulang!
Masih ada banyak tugas dan pekerjaan yang harus aku selesaikan disana. Tak masalah jika aku harus pulang sendiri. Tapi mengapa aku ngga rela untuk pergi dari sini? Well, keretaku sudah hampir tiba. Aku harus pergi~
Kediri, 14 Sept 2015
08.19

Selasa, 14 Juli 2015

Angin dan Rindu

Angin yang berhembus kencang ini telah membawa semilyar rinduku padanya. Tapi, aku resah. Kemana angin ini akan pergi? Aku takut jika ia salah tujuan.
Telah ku sampaikan padanya jika aku menitipkan sebuah pesan untukmu. Pesan yang tidak ku tulis dengan tangan, melainkan pesan yang ditulis secara otomatis oleh hati,ku.

"Dear you,
Akhir-akhir ini pikiranku sedang kacau, seakan aku kehilangan protein dan nutrisi untuk mengembangkan kemampuan berpikirku. Tapi ku rasa tidak, mungkin hanya mood-ku yang susah untuk ku kendalikan. Kadang aku merasakan kesedihan yang teramat dalam yang bukan tanpa suatu hal, aku sendiri tidak tau apa di balik semua kesedihanku ini. Aku hampir mirip seperti orang gila yang kehilangan akal sehatku. Semua yang terjadi akhir-akhir ini membuatku patah semangat dan mengakhiri semuanya.
Sampai tiba-tiba otakku berputar dan menemukan namamu. Ya, ku rasa saat ini aku merindukanmu. Aku ingin berbagi banyak cerita kepadamu. Aku ingin mencurahkan semua beban yang terjadi saat ini hanya padamu. Entah mengapa aku sangat yakin jika hanya kau yang paling mengerti masalahku ini. Tapi, kau dimana?
Aku tidak mendapat kabar apa-apa darimu. Bahkan satu-satunya media sosial yang ku punya tentangmu juga tidak menuliskan statusmu.
Kau apa kabar? Aku merindukanmu dan membutuhkanmu~
Aku menguatkan diri sebaik mungkin hingga saat kau datang dan aku bisa menyandarkannya padamu. Tapi hingga kini, kau pun tak kunjung datang.
Kau kemana? Aku merindukanmu dan membutuhkanmu~
Mungkin kau sedang sibuk dengan pendaftaran kuliah barumu yang akan mulai tahun ini. Tapi se-be-gi-tu si-buk-nya-kah kau hingga tak bisa memberi kabar padaku sebentar saja? Aku mencoba mrnghibur diri.
Kau sedang apa? Aku merindukanmu dan membutuhkanmu~

Aku cemas memikirkanmu, apa yang terjadi padamu? Ku harap kau baik-baik saja. Jika kau sudah merasa baikan, segera temuiku. Paling tidak kau bisa menuliskan statusmu pada media sosial.

Apa pesan ini telah mendarat tepat padamu? Jika kau telah menerimanya, kabari aku secepatnya."

Pesan itu tertulis tanpa disertai pikiran. Hatiku sudah pintar, sehingga menulis pesan pun ia tidak berkompromi dahulu dengan otakku.
Kini, angin itu telah pergi. Ia telah membawa semilyar rasa rindu yang tak(belum) tersampaikan ini. Ku harap setelah angin itu tiba padamu, kau langsung menyuruhnya pergi. Karena kau yang akan langsung membalasnya padaku, bukan melalui angin~

I miss you, Vin.

Sinc,
- Wen, July 14th 2015-