How to survive?
Idk. I just try my best.
Till i can't~
Sekali lagi, penegasan yang sangat jelas.
Ku tak ingin melanjutkan ini lagi.
Mengapa harus terus berjalan jika batin tersiksa?
Mengapa harus dilanjutkan jika tak pernah bahagia?
Semua orang berhak mendapat kebahagiannya.
Dan aku, tak terkecuali juga.
Menghirup nafas dalam-dalam,
berharap beberapa dari masalahku ikut keluar
bersama hembusan nafasku.
Nyatanya itu tidak berhasil.
Malah terasa semakin berat~
Hidup ini begitu keras.
Tidak semua orang akan memahamimu.
Seringnya, mereka hanya sekedar bertanya dan lalu begitu saja.
Itu tak mengapa,
setiap orang memiliki haknya masing-masing.
Aku setuju dengan pernyataan
"Hidup yang kau keluhkan kadang adalah hidup yang diinginkan orang lain"
Tapi kadang aku berpikir,
apakah aku tidak boleh untuk mendapatkan yang lebih baik?
Bukan aku tidak mensyukurinya,
hanya aku berusaha untuk meraih apa yang menjadi mimpiku.
Setiap orang memiliki titik terjenuhnya
tapi bagaimana jika itu terjadi setiap hari?
siapa yang berhak disalahkan?
Kehidupan kah?
Atau dirinya?
Entahlah, aku tak mau ambil pusing.
Tidak semua hari akan menyenangkan,
tapi orang juga tak berhak untuk menjudge hari esok.
Karene setiap hari memiliki ceritanya masing-masing,
itu tergantung bagaimana kamu menyikapinya.
Tulisanku ini aneh,
aku seakan berceramah kepada orang banyak
padahal hidupku sendiri masih berantakan.
Aku juga masih belajar,
menata hidup tidak semudah menata lemari baju yang berantakan.
Jika aku memiliki kesempatan lebih panjang,
aku akan mencoba melakukan yang lebih baik.
Meskipun memang tidak mudah,
setidaknya mencoba itu lebih baik :)
Wens
15 Maret 2018
14:46
Idk. I just try my best.
Till i can't~
Sekali lagi, penegasan yang sangat jelas.
Ku tak ingin melanjutkan ini lagi.
Mengapa harus terus berjalan jika batin tersiksa?
Mengapa harus dilanjutkan jika tak pernah bahagia?
Semua orang berhak mendapat kebahagiannya.
Dan aku, tak terkecuali juga.
Menghirup nafas dalam-dalam,
berharap beberapa dari masalahku ikut keluar
bersama hembusan nafasku.
Nyatanya itu tidak berhasil.
Malah terasa semakin berat~
Hidup ini begitu keras.
Tidak semua orang akan memahamimu.
Seringnya, mereka hanya sekedar bertanya dan lalu begitu saja.
Itu tak mengapa,
setiap orang memiliki haknya masing-masing.
Aku setuju dengan pernyataan
"Hidup yang kau keluhkan kadang adalah hidup yang diinginkan orang lain"
Tapi kadang aku berpikir,
apakah aku tidak boleh untuk mendapatkan yang lebih baik?
Bukan aku tidak mensyukurinya,
hanya aku berusaha untuk meraih apa yang menjadi mimpiku.
Setiap orang memiliki titik terjenuhnya
tapi bagaimana jika itu terjadi setiap hari?
siapa yang berhak disalahkan?
Kehidupan kah?
Atau dirinya?
Entahlah, aku tak mau ambil pusing.
Tidak semua hari akan menyenangkan,
tapi orang juga tak berhak untuk menjudge hari esok.
Karene setiap hari memiliki ceritanya masing-masing,
itu tergantung bagaimana kamu menyikapinya.
Tulisanku ini aneh,
aku seakan berceramah kepada orang banyak
padahal hidupku sendiri masih berantakan.
Aku juga masih belajar,
menata hidup tidak semudah menata lemari baju yang berantakan.
Jika aku memiliki kesempatan lebih panjang,
aku akan mencoba melakukan yang lebih baik.
Meskipun memang tidak mudah,
setidaknya mencoba itu lebih baik :)
Wens
15 Maret 2018
14:46