Bisa-bisanya di pagi dan siang hari kau melontarkan kata-kata manismu, bahkan kau masih sempat mengucapkan kata rindu. Tetapi sore hingga malam hari, semua keadaan tak lagi sama. Kau hanya membalas pesanku dengan singkat, dan terkesan ala kadarnya. Bahkan aku tahu jika kau sudah tidak ingin membalasnya.
Mungkin kau sudah asyik dengan yang lain,
Mungkin kau sudah menemukan yang lebih cantik dari aku,
Mungkin kau sudah bosan denganku,
Atau mungkin kau sudah menyadari bahwa kita tak akan dan tak mungkin menyatu.
Menyadari bahwa kau memang seperti lelaki lainnya yang datang dengan bermilyar kata manis tapi itu hanya tulisan pesan semata. Tidak dengan hati mu ataupun otakmu yang akhirnya bisa menertawakanku sepuasnya. Kau berhasil~
Lalu sekarang, aku hanya bisa tersenyum sinis mengingat yang lalu. Mengapa aku sampai bisa terjebak dalam bualanmu? Mengapa aku bisa masuk dalam perangkap yang sama tapi milik pemburu yang berbeda? Sebodoh itu kah aku dalam hal percintaan?
Terserah apa kata mu, aku hanya ingin berdamai dengan diriku. Aku tidak ingin menyalahkan diriku sepenuhnya. Aku tidak mau membuat diriku semakin dipenuhi dengan pikiran-pikiran yang membuatku merasa tak ingin lagi merasakan jatuh cinta.
Laurensia. 9 Juni 2017
11:01